Pengertian Akuntansi serta Tujuan Akuntansi

Pengertian Akuntansi serta Tujuan Akuntansi

Akuntansi seringkali dikatakan sebagai bahasanya dunia usaha sebab akuntansi akan membuahkan info yang bermanfaat buat beberapa pihak yang mengadakannya serta faksi luar untuk memutuskan.

Pemahaman akuntansi pada umumnya ialah proses pengidentifikasian, pendataan serta pengkomunikasian peristiwa-kejadian ekonomi satu organisasi (perusahaan atau bukan perusahaan) pada beberapa pengguna info yang memiliki kepentingan.

Berdasar pemahaman akuntansi yang sudah disampaikan di atas karena itu bisa diambil kesimpulan jika akuntansi ialah proses pengidentifikasian, pengukuran, pendataan peristiwa-kejadian ekonomi satu organisasi untuk bikin alasan serta memutuskan yang pas buat beberapa penggunanya.

Artian Akuntansi Menurut Beberapa Pakar

Menurut AICPA

Akuntansi ialah seni dalam mengindentifikasikan, merekam, mengelompokkan, serta merangkum dengan cara relevan (accounting is the art of identifying, recording, classifying, and summarizing, in a significant manner) serta yang terkait dengan uang, transaksi, dan kejadian (in terms of money, transactions, and moments) yang ada, yang minimal berbentuk finansial serta menerjemahkan hasilnya (which are, in part at least, of financial character and interpreting the result thereof).

Menurut APB (Accounting Principle Board) Statement No. 4

Akuntansi ialah pekerjaan layanan yang berperan sediakan info kuantitatif (accounting is a service activities supplying provides quantitative information) khususnya yang berbentuk keuangan yang selanjutnya bisa dipakai untuk pemungutan ketetapan (mainly financial which may be applied for decision making).

Menurut AAA

Akuntansi ialah proses mengenali, menghitung serta memberikan laporan info keuangan (accounting is the process of identifying, measuring, and communicating economic information) hingga pemakai info itu bisa ambil penilaian serta ketetapan (to permit information judgment and decision by users of the information).

Menurut Abu Bakar A, & Wibowo

Mengatakan jika Akuntansi adalah mekanisme mengaku, pendataan serta korespondensi bursa keuangan dari satu faktor atau organisasi.

Menurut C. West Churman

Akuntansi adalah pengalaman tercatat yang bermanfaat untuk pemungutan ketetapan serta pengalaman yang tersusun bernilai buat pengerjaan pilihan.

Menurut Suparwoto L (1990 : 2)

Menurut Suparwoto, pemahaman akuntansi ialah satu skema atau kekuatan untuk menghitung serta mengurus transaksi keuangan dan memberi hasil pengendalian itu berbentuk info pada beberapa pihak intern serta ekstern perusahaan. Faksi ekstern ini terbagi dalam investor, kreditur pemerintah, serikat buruh, instansi perpajakan, warga umum dan sebagainya.

Menurut Littleton (Muhammad, 2002:10)

Mengatakan: "Arah penting dari akuntansi untuk melakukan penghitungan periodik di antara ongkos (usaha) serta hasil (prestasi)". Pengertian ini ialah pokok dari teori akuntansi serta adalah ukuran yang dibuat untuk referensi dalam pelajari akuntansi.

Menurut Arnold

Arnold mendeskripsikan pengetahuan akuntansi dilihat untuk satu skema untuk memberi info (khususnya info keuangan) pada siapapun yang perlu membuat ketetapan serta mengatur implikasi ketetapan itu.

Menurut Warren dkk (2005:10)

Pada umumnya, akuntansi bisa diartikan untuk skema info yang membuahkan laporan pada beberapa pihak yang memiliki kepentingan tentang kesibukan ekonomi serta situasi perusahaan yang bermanfaat dalam pemungutan ketetapan.

Menurut Charles T. Horngren, serta Walter T.Harrison

Pemahaman Akuntansi adalah satu skema info yang dapat menghitung pekerjaan usaha, mengolah data jadi laporan, serta mengkomunikasikan hasilnya pada beberapa pengambil ketetapan (manajer).

Menurut Rudianto

Mengatakan jika akuntansi adalah skema info yang hasilnya berbentuk laporan pada beberapa pihak yang memiliki kepentingan (manajer) tentang kesibukan ekonomi serta situasi satu tubuh usaha / perusahaan.

Prinsip Akuntansi

Prinsip akuntansi yang berlaku umum ialah beberapa prinsip yang dipakai oleh beberapa akuntan dalam membuat neraca keuangan. Berikut beberapa prinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia:

  1. Prinsip harga pencapaian, Konsep ini mengendalikan jika harga pencapaian dari asset, hutang, modal, serta penghasilan dihitung dari harga pencapaian sesuai dengan persetujuan kedua pihak yang bertransaksi.
  2. Prinsip realisasi pendapatan (revenue recognition principle) Konsep ini mengenai bagaimana menghitung serta tentukan nilai dari pendapatan yang didapat hasil dari penyerahan barang serta/atau layanan semasa satu periode spesifik. Pendapatan disadari bila: Terjadi penerimaan kas dari pemasaran penyerahan barang/layanan. Kas belum diterima, tetapi barang/layanan telah diberikan pada pihak konsumen atau client dan telah ada persetujuan harga/kontrak kesepakatan yang mengatakan dengan cara tepat berapakah nilai transaksi pemasaran
  3. Prinsip menghadapkan penghasilan serta ongkos (matching biaya agains revenue principle) Konsep ini mengatakan jika ongkos yang dikeluarkan harus diakui dengan penghasilan yang dibuat sebab pengeluaran ongkos itu.
  4. Prinsip objektif (objectivity principle) Konsep ini mengacu pada neraca keuangan yang dibantu oleh bukti-bukti transaksi yang ada. Bila tidak ada bukti transaksi, jadi tidak ada pendataan transaksi.
  5. Prinsip pengungkapan penuh (full disclosure) Dalam pengerjaan neraca keuangan sebaiknya mengutarakan info keuangan dengan cara komplet, apa yang ada serta jelas agar diketahui situasi perusahaan yang sebetulnya. Bila tidak, ketetapan yang diambil berdasar info neraca keuangan itu akan salah.
  6. Prinsip persistensi, Pemakaian cara serta mekanisme yang dipakai dalam pengerjaan neraca keuangan harus persisten dari tahun ke tahun. Maksudnya ialah supaya neraca keuangan bisa dikaji serta diperbandingkan dengan cara pas dari tahun ke tahun.

Tujuan Akuntansi

Tujuan akuntansi atau neraca keuangan yakni:

*Membuat ketetapan yang tersangkut pemakaian kekayaan yang terbatas serta untuk memutuskan arah

*Mengarahkan serta mengatur dengan cara efisien sdm serta unsur produksi yang lain

*Memelihara serta memberikan laporan informasi pada kekayaan

*Membantu peranan serta pemantauan sosial

Pemakai Informasi Akuntansi

Beberapa pembikin ketetapan memerlukan info, Makin penting ketetapan itu, karena itu makin besar juga keperluan akan info yang berkaitan. Faksi – faksi yang memerlukan info akuntansi terdiri dari dua kelompok:

Pemakai Internal

Beberapa pengguna internal (internal pemakai) khususnya ialah manager serta staf internal serta bebagai entitas usaha. Manager perlu mengenali keadaan ekonomis perusahaan yang diperintahnya (Manager, Direktur, dan barisan manajemen).

Pemakai Eksternal

Beberapa pengguna external (eksternal pemakai) info keuangan ialah beberapa pihak luar perusahaan. Pengguna external ini umumnya terdiri dari beberapa faksi misalnya:

-Pemilik serta calon pemilik dari satu perusahaan (Beberapa Pemegang Saham, Calon Investor)

-Pihak bank serta leveransir

-Badan pemerintah

-Pegawai serta asosiasi buruhnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel