30 Macam Model Pembelajaran Menyenangkan TERBARU!

Macam Model Pembelajaran


Galaesports.com -  Selamat datang diblog saya, nah di artikel kali ini saya akan membahas tentang macam model pembelajaran terbaru yang bisa dijadikan para guru untuk mengajar muridnya dengan metode lebih berfariasi. 

Apa sih yang dimaksud model pembelajaran? model atau metode pembelajaran adalah seluruh rangkaian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum sedang dan sesudah pembelajaran yang dilakukan guru serta segala fasilitas yang terkait yang digunakan secara langsung atau tidak langsung dalam proses belajar mengajar.

4 Ciri khas yang hanya dimiliki oleh model pembelajaran :
  1. Rasional teoritis yang logis yang disusun oleh pendidik.
  2. Tujuan pembelajaran yang akan dicapai
  3. Langkah-langkah mengajar yang diperlukan agar model pembelajaran dapat dilaksanakan secara maksimal.
  4. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai.
Oke kita langsung saja ke pembahasan, kalian bisa memilih salah satu metode pembelajaran di bawah ini.

Macam-macam model dan metode pembelajaran terbaru

Banyak sekali sebenarnya metode atau model pembelajaran yang saat ini banyak di terapkan, tetapi disini saya akan membagikan beberapa saja agar kalian tidak kebingungan untuk memilihnya.

1. Koperatif (CL, Cooperative Learning)

Model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu dari beberapa jenis model pembelajaran yang mendukung pembelajaran kontekstual. Sistem pembelajaran kooperatif dapat didefinisikan sebagai sistem kerja/ belajar kelompok yang terstruktur. Yang termasuk di dalam struktur ini adalah lima unsur pokok (Johnson & Johnson, 1993), yaitu saling ketergantungan positif, tanggung jawab individual, interaksi personal, keahlian bekerja sama, dan proses kelompok.

Falsafah yang mendasari metode pembelajaran kooperatif (pembelajaran gotong royong) dalam dunia pendidikan adalah “homo homini socius” yang menekankan bahwa manusia adalah makhluk sosial.

2. Kontekstual (CTL, Contextual Teaching and Learning)

Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah satu model strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk menemukan materi yang dipelajarinya dan menghubungkannya dengan situasi di kehidupan nyata, sehingga para siswa didorong untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Sedangkan Blanchard (Trianto, 2007) mengemukakan bahwa metode pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang terjadi dalam hubungan yang erat dengan pengalaman sesungguhnya.

3. Pembelajaran Langsung (DL, Direct Learning)

Model Pembelajaran Langsung adalah model pembelajaran yang menekankan pada penguasaan konsep dan/atau perubahan perilaku dengan mengutamakan pendekatan deduktif, dengan ciri-ciri sebagai berikut: 
(1) transformasi dan ketrampilan dilakukan secara langsung; 
(2) pembelajaran berorientasi pada tujuan tertentu; 
(3) materi pembelajaran yang terstuktur; 
(4) lingkungan belajar yang terstruktur; dan 
(5) distruktur oleh guru pengajar. 

Guru berperan sebagai penyampai informasi kepada siswa, dan dalam hal ini guru seyogyanya menggunakan berbagai media yang sesuai, contohnya film, tape recorder,  gambar,  peragaan, dan masih banyak lagi media yang dapat digunakan untuk metode ini. Informasi yang disampaikan bisa berupa pengetahuan prosedural (yaitu pengetahuan tentang bagaimana melaksanakan sesuatu) atau pengetahuan deklaratif, (yaitu pengetahuan tentang sesuatu dapat berupa fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi). Kritik terhadap penggunaan metode ini antara lain bahwa metode ini tidak dapat digunakan setiap waktu dan tidak untuk semua tujuan pembelajaran dan semua siswa.

4. Pembelajaran Berbasis masalah (PBL, Problem Based Learning)

Model pembelajaran ini atau metode pembelajaran berbasis masalah merupakan sebuah model pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Dalam kelas yang menerapkan pembelajaran berbasis masalah ini, peserta didik bekerja dalam tim yang sudah di bentuk untuk memecahkan masalah dunia nyata (real world).

5. Realistik (RME, Realistic Mathematics Education)

RME adalah suatu metode atau teori pembelajaran dalam pendidikan matematika yang berdasarkan pada ide bahwa matematika adalah aktivitas manusia dan matematika harus dihubungkan secara nyata dalam konteks kehidupan sehari-hari siswa sebagai suatu sumber pengembangan dan sebagai area aplikasi melalui proses matematisasi baik horizontal maupun vertikal.

Model atau metode pembelajaran RME pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan di Belanda sejak tahun 1970 oleh institut Freudenthal dan telah menunjukan hasil yang baik, berdasarkan hasil The Third International Mathematics and Science Study (TIMSS) pada tahun 2000.

6. Team-Work

Team work adalah metode pembelajaran tentang tanggung jawab, tentang bagaimana setiap individu di dalam tim memiliki tugas dan perannya masing-masing untuk mencapai tujuan bersama.

7. Problem Posing

Selanjutnya adalah metode pembelajaran Problem Posing. Problem Posing terdiri dari dua kata yaitu “problem” yang artinya masalah dan “posing” berasal dari kata “pose” artinya mengajukan atau membentuk Problem posing merupakan pembelajaran dimana siswa diminta untuk mengajukan masalah (soal) berdasarkan situasi tertentu, misalnya saat membahas soal ada yang tidak memahami soal tersebut, maka siswa berhak mengajukan pertanyaan kepada guru.

8. Problem Terbuka (OE, Open Ended)

Model Pembelajaran Open Ended (OE) atau bisa disebut Problem Terbuka. Metode pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam contoh(multi jawab, fluency).

9. Probing-Prompting

Untuk selanjutnya adalah Model pembelajaran probing prompting merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Berdasarkan asal katanya, probing artinya penyelidikan, pemeriksaan sedangkan prompting artinya mendorong atau menuntun. Model pembelajaran Probing Prompting ini berhubungan dengan pertanyaan yang dikenal dengan Probing question dan Prompting question.

Probing question adalah pertanyaan yang bersifat menggali untuk mendapatkan jawaban yang lebih lanjut dari siswa yang bermaksud untuk mengembangkan kualitas jawaban, sehingga jawaban berikutnya lebih jelas, akurat serta lebih beralasan. Sedangkan Prompting question adalah pertanyaan yang diajukan untuk memberi arah kepada siswa pada proses berpikirnya.

10. Pembelajaran Bersiklus (Cycle Learning) 

Metode pembelajaran bersiklus adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Siklus yang dimaksud yaitu merupakan rangkaian tahap kegiatan yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga para siswa berperan aktif untuk dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam tujuan pembelajaran.

11. Examples Non Examples

Examples Non-Examples menurut Kiranawati (Ifank: 2012) adalah model atau metode pembelajaran yang menggunakan  contoh-contoh. Contoh-contoh bisa di dapat dari kasus/gambar yang relevan dengan kompetensi dasar.  Selanjutnya menurut Kusuma (Ifank: 2012), Examples Non Examples adalah salah satu model atau metode pembelajaran kooperatif yang penyampaian materinya berupa contoh-contoh.

Berdasarkan definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa istilah Examples Non-Examples yang di maksud dalam penelitian ini adalah suatu model atau metode pembelajaran kooperatif yang metode belajarnya menggunakan contoh-contoh dapat berupa gambar, bagan, skema yang relevan dengan kompetensi dasar.

12. Numbered Heads Together

Pengertian Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) – yaitu pada dasarnya, Numbered Heads Together (NHT) merupakan varian dari diskusi kelompok. Menurut Slavin (Huda, 2014: 203), metode yang dikembangkan oleh Russ Frank ini sangat cocok untuk memastikan akuntabilitas individu dalam diskusi kelompok. Tujuan NHT yaitu memberi kesempatan kepada siswa untuk saling berbagi gagasan dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Selain untuk meningkatkan kerja sama siswa, NHT juga bisa diterapkan di semua pelajaran dan tingkatan kelas (Huda, 2014: 203).

13. Cooperative Script

Dengan penggunaan metode model ini, siswa dapat bekerja atau berpikir sendiri tidak hanya mengandalkan satu siswa saja di dalam kelompoknya. Karena di setiap siswa dituntut untuk mengintisarikan materi dan mengungkapkan pendapatnya secara langsung pada patnernya. Siswa bersama dengan partner atau pasangannya memecahkan masalah secara bersama-sama. Siswa dituntut untuk beraktivitas sendiri, siswa menemukan sendiri suatu konsep atau mampu memecahkan masalah sendiri. Berdasarkan pengertian tersebut, pada pembelajaran Cooperative Script terjadi suatu kesepakatan untuk berkolaborasi memecahkan suatu masalah dengan mandiri.

14. Time Token

Model pembelajaran Time Token ini merupakan model pembelajaran yang bertujuan agar masing-masing anggota kelompok berdiskusi mendapatkan kesempatan untuk memberikan konstribusi dalam menyampaikan pendapat mereka dan mendengarkan pandangan serta pemikiran anggota lain.

15. Keliling Kelompok

Metode Pembelajaran Round Club Atau Keliling Kelompok adalah salah satu kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerjasama saling membantu mengkontruksi konsep. Menyelesaikan persoalan atau inkuiri. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif), tiap anggota kelompok terdiri dari 4-5 orang, siswa heterogen (kemampuan gender, karakter) ada control dan fasilitasi, serta meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi.

16. TWO STAY TWO STRAY

Metode pembelajaran Two Stay Two Stray yaitu dalam model pembelajaran ini siswa dihadapkan pada kegiatan mendengarkan apa yang diutarakan oleh temannya ketika sedang bertamu, yang secara tidak langsung siswa akan dibawa untuk menyimak apa yang diutarakan oleh anggota kelompok yang menjadi tuan rumah tersebut. Dalam proses ini, akan terjadi kegiatan menyimak materi pada siswa.

17. Student Teams Achievement – Divisions (STAD)

Model pembelajaran STAD termasuk dalam model pembelajaran kooperatif. Semua model pembelajaran kooperatif ditandai dengan adanya struktur tugas, struktur tujuan dan juga struktur penghargaan. Dalam proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif siswa didorong untuk bekerjasama dalam suatu tugas bersama dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan guru.

18. Jigsaw (Aronson, Blaney, Stephen, Sikes, And Snapp, 1978)

Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw termasuk dalam model pembelajaran kooperatif, siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri kurang lebih 4-5 orang siswa dengan memperhatikan keheterogenan, bekerjasama positif dan setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari materi yang diberikan oleh pengajar dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lainnya.

19. Quiz

Secara defenisi, metode Team Quiz merupakan suatu metode dimana masing-masing kelompok secara bergantian menjadi pemandu kuis dengan menyiapkan soal kuis jawaban dengan jawaban yang singkat, sementara itu maka kelompok yang lain melihat/memeriksa catatan mereka.

20. Artikulasi

Pengertian Model pembelajaran artikulasi yaitu merupakan model pembelajaran yang menuntut siswa aktif dalam pembelajaran. Pada pembelajaran ini, siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang masing-masing anggotanya bertugas mewawancarai teman kelompoknya tentang materi yang baru dibahas. Skill pemahaman sangat diperlukan dalam metode pembelajaran ini.

21. Mind Mapping

Metode Mind Mapping adalah metode pembelajaran yang dikembangkan oleh Tony Buzana,beliau adalah kepala Brain Foundation. Peta pikiran adalah metode pembelajaran mencatat kreatif yang memudahkan kita mengingat banyak informasi. Setelah selesai, catatan yang dibuat akan membentuk sebuah pola gagasan yang saling berkaitan, dengan topik utama di tengah, sementara subtopik dan perincian menjadi cabang-cabangnya.6 Cabangcabang tersebut juga bisa dikembangkan lagi sampai ke materi yang lebih kecil. Sebagaimana struktur keturunan manusia yang bisa berkembang terus sampai hari akhir, sehingga terbentuklah sebuah sistem keturunan manusia hidup sampai hari akhir.

Belajar berbasis pada konsep Peta Pikiran merupakan cara belajar yang menggunakan konsep pembelajaran komprehensif Total- Mind Learning (TML). Pada konteks TML, pembelajaran mendapatkan arti yang lebih luas. Bahwasanya, di setiap waktu dan di setiap tempat semua makhluk hidup di muka bumi belajar, karena belajar merupakan proses alamiah. Semua makhluk belajar menyikapi berbagai stimulus dari lingkungan sekitar untuk bertahan hidup.

22. Make a Match Mencari Pasangan (Lorna Curran, 1994). 

Pengertian model Make A Match (mencari pasangan) menurut Anita Lie adalah metode pembelajaran/belajar yang akan membuat siswa memiliki peluang untuk kerjasama dengan temanya. Metode ini dapat digunakan untuk berbagai mata pelajaran dan semua level usia peserta didik.

Sedangkan menurut pakar bernama Rusman, metode atau model pembelajaran Make a Match adalah kategori yang merupakan ruang lingkup dari model pembelajaran kooperatif. Teknik ini diciptakan oleh Lorna Curran pada tahun 1994.

23. Reciprocal Learning 

Reciprocal teaching adalah salah satu strategi belajar melalui kegiatan mengajarkan teman. Pada strategi ini siswa berperan sebagai guru menggantikan peran guru pengajar untuk mengajarkan teman-temannya. Pembelajaran ini dikembangkan oleh Anne Marie Palinscar dari Universitas Michigan dan Ane Crown dari Universitas lllinois USA.

24. SAVI 

Somatic adalah gerakan tubuh, yang berarti bahwa belajar harus mengalami dan melakukan. Auditory adalah pendengaran, yang berarti bahwa indra telinga digunakan dalam pembelajaran dengan cara mendengarkan, menyimak, berbicara, presentasi, argumentasi, mengemukakan pendapat, dan menanggapi.

Visualization adalah penglihatan, yang berarti belajar harus menggunakan mata melalui mengamatai, menggambar, melukis, mendemonstrasikan media pembelajaran dan alat peraga. Intelectualy adalah berpikir, yang berarti kemampuan berpikir harus dilatih melalui bernalar, mencipta, memecahkan masalah, mengkontruksi, dan menerapkan.).

25. TGT (Teams Games Tournament) 

Model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang sangat mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement, pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kejujuran, kerja sama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.

26. TAI (Team Assisted Individual)

Team Assisted Individualization (TAI) atau Bantuan Individual dalam Kelompok (BIDAK) adalah tipe atau model pembelajaran yang mengkombinasikan keunggulan pembelajaran kooperatif dan pembelajaran individual, yang memanfaatkan perbedaan kemampuan individu dengan belajar kelompok.

27. Demonstrative Model 

Metode demonstrasi merupakan salah satu tipe/metode pembelajaran berjenis pengalaman langsung, artinya siswa mengalaminya, mempraktekkan, berbuat sendiri, mengolah, dan merenungkan langsung apa yang dikerjakannya. Demonstrasi dapat dilakukan bagi materi yang memerlukan peragaan atau percobaan

28. Explicit Instruction

Explicit Intruction (pengajaran langsung) merupakan suatu pendekatan yang dirancang untuk mengembangkan proses belajar siswa tentang pengetahuan prosedur dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah.

29. Scramble 

Metode scramble adalah pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok dengan mencocokkkan kartu pertanyaan dan kartu jawaban yang telah disediakan sesuai dengan soal. Pembelajaran kooperatif metode scramble adalah sebuah metode yang menggunakan penekanan latihan soal berupa permainan/game yang dikerjakan secara berkelompok.

30. Flipped Classroom 

Flipped classroom adalah salah satu model atau metode belajar yang meminimalkan pengajaran langsung dari guru pengajar, dimana dalam proses pembelajaran siswa mempelajari materi pelajaran terlebih dahulu di rumah, sedangkan kegiatan belajar mengajar di kelas hanya berupa pengerjaan tugas, berdiskusi tentang materi atau masalah yang belum dipahami saat belajar di rumah. Konsep model belajar flipped classroom pada dasarnya adalah apa yang dilakukan di kelas pada pembelajaran konvensional dikerjakan di rumah, sedangkan pekerjaan di rumah pada pembelajaran konvensional diselesaikan di kelas.


Nah itulah beberapa metode pembelajaran yang bisa kalian gunakan untuk mengajar para murid, semoga bermanfaat. Terimakasih....

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel